Legend






Legenda Maribaya ini sangat unik karena konon asal muasal nama Maribaya diambil dari Bahasa Sunda, kata “Mari” artinya Sehat dan “Baya” artinya Bahagia. Selain itu, nama itu menjadi Maribaya adalah dari seorang bujangga Sunda, KH Hasan Mustapa, yang saat itu menjadi kepala penghulu di Bandung, jaman Bupati R. Aria Martanegara.

Namun, yang paling menarik dari legenda Maribaya ini adalah ada seorang Petani miskin yang bernama Eyang Raksa Dinata yang mempunyai seorang anak gadis yang cantik jelita, Maribaya.

Melihat kecantikan dari anak gadisnya, Sang Bapak khawatir kalau anaknya jadi rebutan bagi para pemuda di daerahnya. Sang Bapak pun mendapatkan ilham dan pamit pergi ke Tangkuban Perahu. Melalui pertapaannya itu, Ia didatangi oleh seorang kakek yang memberikannya 2 bokor berisi air. Salah satu bokor tersebut harus dibawa ke arah barat dan satu lagi di bawa ke arah timur.

Air yang ditumpahkan oleh Sang Bapak di daerah sekarang di kenal sebagai Situ Lembang. Sementara itu, Sang Bapak meminta kepada Maribaya untuk menumpahkan air dalam bokor tersebut tidak jauh dari rumahnya. Beberapa hari kemudian, keajaiban datang dimana air yang ditumpahkan oleh Maribaya muncullah mata air panas yang mengandung belerang. Konon, air panas tersebut berkhasiat mengobati berbagai penyakit. Tempat itu pun menjadi ramai dikunjungi penduduk sekitar yang mau berendam di kolam air panas itu. Sebagai imbalannya, mereka suka melemparkan uang logam ke dalam kolam sebagai imbalan.

Sejak mulai dikembangkan sekitar tahun 1835 oleh Eyang Raksa Dinata, objek wisata ini berhasil mengubah kehidupan Eyang Raksa Dinata. Kolam air panas inipun kemudian diwariskan kepada Maribaya sehingga daerah itu terkenal dan dinamakan Maribaya, seperti nama Mojang Cantik itu.

 

 

Sumber Referensi :